< Aksi Demo Warga Terkait Proyek Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JJLS) Yang Diduga Tidak Penuhi Standar - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Aksi Demo Warga Terkait Proyek Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JJLS) Yang Diduga Tidak Penuhi Standar

<


Cilacap Jateng,- bentengindonesia.com
Puluhan warga dari perwakilan Lima Desa yaitu Desa Cisumur, Bulusari, Gandrungmanis Desa Sidaurip, Bantarsari (Wil Kecamatan Gandrungmangu dan Kecamatan Bantarsari) Kabupaten Cilacap, melakukan aksi demo dilokasi proyek JJLS Rabu (19/02).

Warga menuntut adanya pembangunan proyek yang diduga dikerjakan dengan cara asal jadi.
Pada orasinya warga membentangkan spanduk menuntut pihak Kejaksaan agar mengusut pihak pelaksana pekerjaan proyek yang diduga melakukan banyak penyimpangan.

Alasannya sebelum proyek dikerjakan tidak ada sosialisasi kepada warga, dan kecurigaan tersebut yang diduga syarat banyak penyimpangan terkait pekerjaan.

Menurut Nurdawan, selaku Koordinator aksi demo, bahwa," warga sendiri sudah menemukan bukti dari pengerjaan proyek yang dikerjakan dengan cara asal-asalan berupa pembangunan pembuatan talud saluran air serta pengurugan jalan.

Proyek Nasional Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menyerap anggaran senilai Rp 95,4 miliar ini berakibat bermasalah, karena dalam pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai aturan dantidak melalui tahapan.


Sosialisasi yang harusnya ditempuh terhadap kami sebagai warga sebelum kegiatan proyek dimulai tidak dijalankan," tutur Nurdawam.

Dari sejumlah warga mengeluhkan proses lambannya pekerjaan  
proyek, sehingga menyebabkan kegiatan perekonomian terganggu, karena satu-satunya akses jalan untuk lalu-lintas adalah jalan tersebut bisa dibilang merupakan akses jalan utama.

Suparno salah satu pedagang yang mangkal dipasar Cisumur, merasa penghasilan menurun tajam yang disebabkan kondisi pekerjaan jalan.
Warga menuntut supaya proyek yang sudah berjalan dikaji ulang untuk dievaluasi kembali kemudian sosialisasi kepada warga.

Warga mengancam bilamana tuntutan tidak terpenuhi maka mereka akan meminta pejabat berwenang untuk menindak lanjuti dari kasus tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sujiman selaku pelaksana penanggung jawab tekhnis lapangan PT. Trie Mukty Pertama Putra, Menyampaikan, bahwa pengamatan dilapangan sudah maksimal dalam pelaksanaan pekerjaan, terkait masalah kondisi bukan karena dalam kegiatan tidak sesuai Speak ataupun Bestek namun karena cuaca alam intensitas hujan tinggi yang menyebabkan belum  
maksimalnya hasil pekerjaan, akan tetapi semua masih dalam proses.


Terkait pelaksanaan pekerjaan tidak ada sosialisasi terhadap warga, Sujiman membantah semua dilakukan sudah sesuai aturan dan tahapan bahkan adanya tanda tangan warga terdampak proyek dan ada buktinya.

Sementara itu Mulyadi Tanjung, yang merupakan Suplier menjelaskan, Semua persyaratan sudah ditempuh sesuai aturan yang ada tanah yang dikirim sesuai hasil uji LAB dan sudah ditentukan serta diminta pihak PT. Trie Mukty maupun Istaka.
Semua dilakukan melalui perhitungan yang matang bahkan sebagai suplier kami sudah menjalankan semua prosedur yang mestinya harus ditaati dan dilakukan oleh Suplier," jelas Mulyadi Tanjung.

Salah seorang warga yang terdampak proyek pembangunan jalan lintas selatan (JJLS) "Delon" Menyampaikan, memaklumi dan menyadari dengan adanya kondisi jalan saat ini.

Dalam proses pengerjaan sangatlah wajar pencapaian maksimal belum bisa dirasakan, warga setidaknya untuk bersabar semua adalah proses pembangunan yang pasti nanti juga akan membuahkan hasil yang lebih baik lagi," ujarnya.

(Tun/red).


Tidak ada komentar

<