< PROF. EMIL SALIM KETUA PEMBINA YAYASAN PEDULI HUTAN INDONESIA - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

PROF. EMIL SALIM KETUA PEMBINA YAYASAN PEDULI HUTAN INDONESIA

<

bentengindonesia.com
Gerakan Masyarakat Peduli Hutan Indonesia (GMPHI) yang digagas oleh Dr. Transtoto Handadhari, mantan Dirut Perhutani 2005-2008, nampaknya semakin nyata memperoleh dukungan luas. Niat baik memuliakan hutan itupun didukung penuh Prof. Dr. Emil Salim yang menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan Peduli Hutan Indonesia (YPHI) yang memayungi GMPHI tersebut. Sebelumnya telah diperloleh dukungan dari Ir. Djamaludin Suryohadikusumo, Menhut legendaris 1993-1998.

Berbagai elemen dan  komunitas cinta hutan dan lingkungan juga terus bergabung. 
"Teman-teman rimbawan dari UGM Jogja dan IPB Bogor ketika saya ajak bicara pertama kali tentang perlunya kita membantu perbaikan hutan kita spontan sepakat berhimpun, diikuti dari berbagai unsur, bahkan terbanyak oleh yang bukan rimbawan", jelas Transtoto.
"Saat itu di acara Raker APHI (Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia) pada medio Nopember 2019", kenangnya. "Atas ijin pak Letjen TNI (P) Sugiono dan Pengurus APHI lainnya, saya cetuskan niat saya dan teman2 APHI antara lain  Bambang Supriyambodo, Erwansyah, Agus Awali, Agus Prastowo, Tjipta Purwita, Diah Suradiredja, Irsyal Yasman, Benyamin Rahardjo, David Slj. yang disambut oleh teman2 non kehutanan seperti Ibong Agustansil, Jansen Manansang, Irjenpol (P) Bekto Suprapto, Asep Karsidi, Prof. Sri Adiningsih, Djarot Kusumayakti,  Rukmi Hadihartini, Eddy Limantoro, Umbu Deduh, para mantan eselon I Kehutanan dan lainnya sepakat membentuk sebuah gerakan yang independen, non partisan baik almamateristis maupun politik, bersifat objektif, bersepakat tanpa pamrih mendorong pengelolaan hutan yang bersih dari segala kesalahan dan kecurangan. Tujuannya hanya satu membantu pemerintah cq. KLHK membangkitkan kembali kejayaan fungsi hutan kita dengan ikut bertanggungjawab atas kelemahan dan kerusakan pengelolaan hutan masa lalu".

Kesadaran rasa tanggungjawab bersama serta komitmen memperlakukan hutan dengan bersih tanpa kecurangan tersebut rencananya akan dideklarasikan bersana seluruh elemen yang peduli dan cinta hutan tanggal 22 Maret 2020, dan diserahkan kepada Presiden RI.

Dukunganpun semakin berdatangan. Hampir semua elemen ikut bergabung dari unsur-unsur para rimbawan, birokrat, anggota DPR/MPR-RI, politikus, korporasi kehutanan, TNI-POLRI, HPK, asosiasi terkait hutan di antaranya: APHI, APKI, APKINDO, HIMKI, GAPKI, APPAI, BRIK, dari akademisi seperti: Prof. Hariadi Karto, Prof. Naiem, Prof. Sambas, Prof. Marlon, unsur mahasiswa/pelajar, komunitas lingkungan seperti: GNI-BERBANGSA, GEN HIJAU Sumba, Max FM Waingapu, Muria Hijau Kudus, Sapawana Jombang, ST-12 Kalsel, LMDH Jawa, IMAYO Jogja, Masyarakat RHLKT, Cobra Husada/Snake Hunter Club, Merti Budoyo Nuswantoro, demikian pula dari seniman antara lain Sam BIMBO, Achmad Albar, Anya Dwinov, Brigita Manohara, serta para wartawan.- (tim Bti).


Tidak ada komentar

<