< Bank Sampah Mentari dikunjungi Fokus GNI-Berbangsa Ranting Tegalwaru Di Masa New Normal - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Bank Sampah Mentari dikunjungi Fokus GNI-Berbangsa Ranting Tegalwaru Di Masa New Normal

<


Purwakarta - Jabar,- bentengindonesia.com
Green Network Indonesia Bersama Membangun Bangsa Ranting Tegalwaru pada rabu siang kunjungi Bank Sampah Mentari yang ada di Desa Cadas Sari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, 

mampu menyulap sampah yang katakanlah kurang memiliki daya jual menjadi beragam produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual, terlebih untuk masyarakat Ds. Cadas Sari tersebut.Rabu (10/6)

Ketua PKK Desa Cadas Sari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, yakni Ibu Maya, beliau mengatakan pengolahan sampah yang dilakukan oleh Bank Sampah Mentari ini sudah berjalan kurang lebih selama 4 tahun sejak 2016 silam.


"Bank Sampah sendiri dirintis dimulai dari hobi, berkat dari hobi tersebut yang terus berkembang, orang-orang mulai melirik keberhasilan Bank Sampah Mentari ini baik dari pihak Swasta ataupun Pemerintahan. Hari demi hari Bank Sampah Mentari ini semakin besar dan juga tentunya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar", ujar Ibu Maya

Adapun Muhammad Ahmad Yani selaku Ketua GNI-Berbangsa Ranting Tegalwaru menambahkan "Bagaimana tidak dirasakan manfaatnya, Bank Sampah Mentari ini menjadi solusi di tengah keberlangsungan hidup masyarakat di Desa Cadas Sari tersebut, karena dengan hadirnya Bank Sampah Mentari ini setidaknya bisa menaikan taraf hidup masyarakat", jelas Ahmad.

Bank Sampah Mentari ini, perlu dikehatui selaian menjadikan plastik yang disulap menjadi tas unik, berbagai ukuran, lalu kertas diolah menjadi jam dinding. 

Tidak hanya itu, Bank Sampah Mentari juga mengolah drum yang tidak terpakai menjadi kursi dan meja yang unik serta mampu menarik khalayak umum, karena kursi dan meja ini didesain sedemikan rupa yang tentunya anti main-stream.


Selanjutnya selain mengelola sampah menjadi produk yang dipasarkan, di Bank Sampah Mandiri juga mengelola sampah organik menjadi kompos, yang mana dihasilkan dari sampah organik yang didapat dari sampah rumah tangga, yang berupa sisa makanan, sisa bumbu dapur hingga daun-daun yang rontok.

Pada dasarnya sampah organik ini diolah secara manual dengan memakai metode serta alat dan bahan yang sesuai, kemudian pada akhirnya kompos ini bisa digunakan sebagai pupuk pertanian, selain murah tentunya hasil pertanian bisa lebih baik ketimbang memakai pupuk kimia.

Dewasa ini, Bank Sampah Mentari ini terus melakukan inovasi serta peningkatan yang signifikan yang awalnya berawal dari hobi sekarang menjadi sebuah solusi di tengah masyarakat itu sendiri "Setidaknya di Desa Cadas Sari ini, sampahnya bisa terurus dan tersalurkan yang menghasilkan kemanfaatan, 

Selain untuk kebersihan lingkungan tentunya juga sebagai penghasilan tambahan, terlebih di tengah pandemi covid-19 ini yang menuntut kita kreatif dan inovatif", tutup Ibnu Ramadhan (Sekretaris GNI-Berbangsa Ranting Tegalwaru).

(A H)

Tidak ada komentar

<