< Pasokan Air Terhambat Akibat (Syphon) Mengalami Rusak - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Pasokan Air Terhambat Akibat (Syphon) Mengalami Rusak

<


Cilacap-Jateng,- bentengindonesia.com
Ribuan hektar sawah di wilayah Kecamatan Kesugihan, Jeruklegi, dan Cilacap kota mendadak mengalami  terlambat pada musim masa tanam II (MT II).

Masa tanam yang terhambat tersebut diduga akibat konstruksi bangunan saluran air bawah sungai (syphon) patah, dan mengalami degradasi pada permukaan dasar Sungai Serayu dan hanya satu yang berfungsi, sehingga berakibat pasokan air ke sawah tersendat.

Dari titik Lokasi bangunan syphon BC 9f bawah dasar Sungai Serayu yang patah tersebut yakni berada di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. 

Bangunan berupa semacam gorong-gorong merupakan saluran distribusi air dari Bendung Gerak Serayu. Dari tiga syphon yang ada, dua diantaranya mengalami rusak sehingga hanya satu  yang bisa berfungsi.

Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap, Saeful Hidayat melalui Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku, Darwoko ST MT mengatakan, syphon BC 9f di Desa Bulupayung itu dipergunakan untuk mengalirkan pasokan air dari Bendung Gerak Serayu ke areal persawahan di Kecamatan Kesugihan, Jeruklegi, dan Cilacap kota, termasuk sebagai sumber baku air untuk IPA Kesugihan milik PDAM Tirta Wijaya Cilacap.

"Namun karena saat ini mengalami kerusakan, sehingga pasokan air untuk areal pertanian jadi terganggu. Dari tiga siphon yang ada, yang berfungsi hanya satu. Sedangkan yang dua rusak karena mengalami degradasi permukaan dasar sungai," kata Darwoko, Senin (20/7).

Dijelaskan Darwoko, awal Maret tiba-tiba dari arah hilir, syphon yang di Bulupayung (awalnya di Maos) tersebut terjadi ada 2 gorong-gorong yang airnya balik atau kembali lagi dari analisa yang didapat gorong-gorong mengalami rusak Penyebab secara pasti pecah atau patah," ucapnya.

Dari semua temuan analisa kemungkinan hal terjadi kerusakan akibat patah. Kemudian kedua gorong lalu ditutup. Namun hasilnya air tetap mengalir sehingga dapat dikesimpulkan bahwa  yang tengah ada yang  bocor dan patah. Karena syphon di bawah sungai. 

Dalam tekhnisnya Pembangunan shypon ada di dasar sungai sehingga waktu berjalan terjadi degradasi dasar. Bisa jadi disebabkan oleh aktifitas penambangan, sehingga agak menggantung. 

Terkait dengan itu, syphon ada 3. Dalam sehari mampu mengalirkan air sebanyak 6.000 liter per/detik. Karena dua diantaranya patah atau rusak maka kemampuan hanya tinggal sepertiga, yaitu 2.000 liter per/ detik. 

Di Wilayah Cilacap ini sekitar 5.500 liter per/detik,termasuk kebutuhan untuk PDAM yang ada di Kesugihan, akhirnya di-full-kan. "Yang biasanya 2.000 sekarang menjadi 3.000. Biasanya 2/3 kini dimaksimalkan. Untuk PDAM dari 3.000, yang terpakai 500,  2.500 untuk pengairan," ungkapnya. 

Mengenai dampak, Darwoko, mengakui, "Justru kalau di full-kan memang beban menjadi berat lagi. Jika yang bawah bolong bisa terjadi patah juga. Kita hanya melakukan tindakan kita hanya pengelola dan usaha kita surati BBWS Serayu-Opak," tuturnya. 

Terkait kebutuhan masyarakat, dari 4.500 yang dibutuhkan hanya 2,5 yany dikirim sehingga diberlakukan sistem gilir. Biasanya diawali dari hilir dulu yang diairi. 

"Masyarakat diharap agar hemat dalam menggunakan air. Bagi petani, jika mengalami kekurangan air supaya mengaktifkan sumur pantek atau bergilir.

Kita berharap, upaya perbaikan syphon BC 9f segera dilakukan agar irigasi yang memasok air pertanian tidak terganggu. "Ini dilakukan dalam rangka upaya mendukung program ketahanan pangan, khususnya produksi beras nasional," tandasnya.

(Tun.D/red)

Tidak ada komentar

<