< Kepolisian Resort Cilacap Bersama Kejari Gelar Rekonstruksi Kasus Pencabulan Terhadap 5 Anak Dibawah Umur - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Kepolisian Resort Cilacap Bersama Kejari Gelar Rekonstruksi Kasus Pencabulan Terhadap 5 Anak Dibawah Umur

<

 

Cilacap-Jateng,- bentengindonesia.com

Pelaku pencabulan terhadap 5 anak dibawah umur di Cipari-Cilacap menjalani rekonstruksi  

(Reka Adegan) Pelaksanaan gelar rekonstruksi diadakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap bersama Kepolisian Resort (Polres) Cilacap.

Kasimin alias Ceming (31) bin Ruslan warga desa Segaralangu Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap menjalani rekonstruksi  

setelah dinyatakan sebagai pelaku pencabulan terhadap 5 anak dibawah umur. Bertempat di halaman Mapolres Cilacap, Kamis (14/08) pukul 14:00 wib acara gelar rekonstruksi dilakukan.

Melalui rekonstruksi dalam melakukan aksi kejahatannya pelaku memperagakan hampir lebih dari 10 kali adegan.



Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilacap, Timotius Tri Ari Mulyanto melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Tomy Untung Setyawan mengatakan, telah dilaksanakan rekonstruksi dalam kasus tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dewasa umur (31) dengan korban lima anak laki-laki di bawah umur.

"Berawal dari saksi korban pada 15 Maret 2020 lalu, sejumlah korban sedang bermain di depan rumah sendiri, lalu datang Kasimin, dia mengajak para korban untuk ikut ke kebun pinus di Segaralangu. Pada saat para korban berada di kebun mereka dipertontonkan vidio dewasa, dan terjadilah kasus sodomi tersebut," jelasnya.

Menurut Tomy, Usai melakukan perbuatan tidak senonoh pelaku lalu mengancam kepada kelima korban bahwa akan membunuh atau menghilangkan nyawanya sehingga dengan ancaman tersebut membuat trauma beban phsikis yang mendalam terhadap para korban yang masih dibawah umur," terangnya.

Atas kasus tersebut, Kejari Cilacap dan Polres Cilacap menyatakan pelaku telah melanggar UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana paling singkat 5 hingga paling lama 20 tahun penjara. 

(Tun.D/red)


Tidak ada komentar

<