< Kurangi Masa Hukuman Terpidana Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Di Tunggul Wulung Cilacap Membayar Uang Denda Rp 50 Juta - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Kurangi Masa Hukuman Terpidana Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Di Tunggul Wulung Cilacap Membayar Uang Denda Rp 50 Juta

<

 

Cilacap-Jateng,- bentengindonesia.com

Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap menerima uang senilai Rp 50 juta dari keluarga terpidana korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Bandara Tunggul Wulung Cilacap. Uang tersebut merupakan pembayaran denda pengganti tindak pidana korupsi.

Pemberian uang oleh keluarga terpidana sebagai uang pengganti tindak korupsi (denda) diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cilacap, Muhammad Hendra Hidayat, bersama Kepala Seksi Intel Kejari Cilacap, Heri Soemantri, di ruang kerjanya, Senin (10/08).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilacap, Timotius Tri Ari Mulyanto melalui Kasi Pidsus Muhammad Hendra Hidayat saat ditemui menjelaskan bahwa, Terkait pembayaran uang pengganti berdasarkan putusan Mahkamah Agung, nomor 9/Pid.Sus-TPK/2018, di mana Imam Riyanto Supriadi selaku Pengawas Pekerjaan Kegiatan (PPK) Belanja Modal TA 2015, ditetapkan sebagai terpidana dan menjalani vonis penjara selama dua tahun serta denda Rp 50 juta.

"Terpidana dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila uang tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. Dan pada hari Senin 10 Agustus 2020 keluarga terpidana datang dan membayar  denda berupa uang senilai Rp 50 juta tersebut sebagai pengganti," ucapnya, Selasa (11/08).

Lanjut Hendra bahwa, Tujuan keluarga terpidana membayar denda agar terpidana (Dia) tidak dipenjara selama tiga bulan. Untuk perkara ini kebetulan perkara yang dilakukan bersama-sama, jadi bukan dia saja yang menikmati sendiri.

"Untuk uang pengganti tidak dibebankan ke dia tapi juga ke yang lain, satu atau beberapa orang yang jelas seplitannya dia," tuturnya. 

"Sebenarnya uang tersebut sebagai denda pembayaran, jadi bukan uang pengganti tetapi pembayaran denda. Jadi dia bayar Rp 50 juta guna menghindari tambahan pelaksanaan pidana kurungan pengganti denda 3 bulan, dan dia mau untuk membayar dari uang denda tersebut.

"Kita menyarankan supaya yang bersangkutan agar tidak terlalu lama berada di dalam penjara, sehingga kita sarankan juga kalau memang mempunyai uang tidak perlu menjalani subsider tapi pengganti denda, sebesar Rp 50 juta saja sesuai aturan. Dan alkhmdulilah pihak keluarga IRS bersedia untuk membayarnya," ungkap Hendra. 

Untuk yang bersangkutan, kalau tidak salah seharusnya sudah bisa keluar sebelum akhir tahun. Kemungkinan sebelum akhir tahun atau sekitar bulan Desember sudah bisa keluar.

"Tapi inti yang pasti kita fokus, minimal ada uang yang bisa masuk untuk diserahkan ke negara guna pemulihan keuangan negara, meskipun  sifatnya adalah denda bukan penyelamatan kerugian uang negara," bebernya.

(Tun.D/red)


Tidak ada komentar

<