< Tak Terima Dengan Aksi Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur Rumah Terduga Pelaku Diringsek Massa - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Tak Terima Dengan Aksi Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur Rumah Terduga Pelaku Diringsek Massa

<

 

Cilacap-Jateng,- bentengindonesia.com

Aksi pencabulan terhadap anak dibawah umur mengundang perhatian banyak pihak. Kejadian tersebut menimpa Sari (Nama bukan sebenarnya) yang masih berusia 5 tahun warga dusun Nusadadi desa Bojong Kecamatan Kawunganten. Ironisnya Terduga pelaku merupakan tetangga korban berinisial SM (48) warga dusun Nusadadi desa Bojong.

Mendengar terduga pelaku pencabulan merupakan tetangga dekat korban emosi warga tak bisa dicegah lagi warga beramai-ramai mendatangi rumah terduga dengan melampiaskan kekesalan massa yang terdiri dari warga setempat mengamuk dan merusak rumah terduga. Aksi amuk massa terhadap rumah terduga pelaku terjadi, Jumat (07/08) pukul 13:45 wib. Pasca kejadian Jajaran Kepolisian Polsek Kawunganten berhasil mengamankan 4 terduga pelaku pencabulan termasuk pemilik rumah yakni SM (48).

Saat ditemui Awak Media di kediamannya, Sabtu (08/08) Ahmad Sundaryo selaku Kepala desa Bojong membenarkan atas peristiwa yang telah menimpa warganya. Awal mula kejadian yakni Jumat (07/08) bahwa telah terjadi perusakan rumah yang dilakukan oleh massa. Rumah yang dirusak masa tersebut merupakan terduga pelaku pencabulan anak dibawah umur yang masih berusia 5 tahun putri kandung SO warga dusun Nusadadi," ucap Kades.



Lebih lanjut Ahmad Sundaryo mengatakan bahwa, kasus tersebut  telah ditangani oleh pihak Kepolisian Polsek Kawunganten. Atas nama pemerintah desa menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Aparat penegak hukum pihaknya siap untuk bekerjasama jika dibutuhkan nanti sewaktu-waktu. Untuk harapan selaku pemerintah desa agar kasus tersebut diselesaikan sesuai dengan jalur hukum," tandasnya.

Sementara itu Kapolsek Kawunganten Akp Amirul Mukminin Suryoprobo, S.H saat ditemui di TKP, Sabtu (08/08) menjelaskan bahwa, kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur sudah kami limpahkan dan ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Cilacap untuk itu kami tidak bisa memberikan penjelasan secara keseluruhan karena sudah bukan hak kami, Jadi silahkan rekan-rekan media untuk konfirmasi langsung kepada pihak Humas Polres Cilacap," ucapnya.

Guna mengantisipasi hal kemungkinan yang tidak diingkinkan bersama maka tempat kejadian perkara (TKP) Kami pasang garis Polisi (Police line) dan masih di jaga ketat oleh pasukan Dalmas Kepolisian Polres Cilacap," tuturnya.

Hal yang sama dikatakan ketua Rt Setempat, MN dengan adanya kejadian yang telah menimpa salah satu rumah warga yang telah di amuk massa. Terduga pelaku pencabulan berinisial SM (48) terhadap korban yang masih berumur 5 tahun putri kandung dari SO warga dusun Nusadadi desa Bojong, 

Jumat (07/08) peristiwa bermula ketika massa yang terdiri dari warga merasa kesal dengan adanya tindakan pencabulan yang terjadi di lingkungan sehingga massa geram dan merusak rumah SM salah satu terduga pelaku massa mengamuk guna melampiaskan luapan emosinya.



Lebih lanjut dikatakan  

sebelum kejadian dengan adanya perusakan rumah SM oleh massa memang rumah tersebut sering dijadikan sebagai tempat berkumpulnya orang dari luar desa atau wilayah kami, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Warga kami sebetulnya sudah lama merasa resah dengan semua aktifitas yang dilakukan di dalam rumah SM tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa dan kami hanya bisa berbuat diam," katanya.

Harapan warga masyarakat setempat khususnya kepada pihak aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian untuk menyelesaikan dan mengusut tuntas kasus tersebut secara hukum sebagai bagian dari unsur dalam memberi efek jera terhadap para terduga pelaku sehingga masyarakat merasa tenang tindakan tegas harus benar-benar ditegakan demi keadilan apalagi kasus yang menimpa terhadap korban masih di bawah umur dan sudah pasti dapat menimbulkan beban mental sehingga bisa berpotensi terhadap traumatik beban psikologis bagi korban warga menginginkan ketentraman kedamaian, ketertiban dan keamanan yang mestinya harus dijamin oleh Aparat sebagai Pelayan, Pelindung dan Pengayom Masyarakat.

(Tun.D/red)


Tidak ada komentar

<