< Hakim Pengadilan (Tipikor) Semarang Jatuhkan Vonis Tiga Tahun Enam Bulan Terhadap Kades Non Aktif Desa Jeruklegi Kulon - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Hakim Pengadilan (Tipikor) Semarang Jatuhkan Vonis Tiga Tahun Enam Bulan Terhadap Kades Non Aktif Desa Jeruklegi Kulon

<

Cilacap-Jateng,- bentengindonesia.com
Terdakwa kasus pidana korupsi Ita Rosita, Kepala Desa (Kades) non aktif desa Jeruklegi Kulon divonis tiga tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Selain vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa Hakim juga mengharuskan agar terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 681 juta dengan subsider dua tahun penjara.

Ita Rosita Kades non aktif telah menjabat sebagai kades dua periode yang telah menyalahgunakan Angaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) desa Jeruklegi Kulon TA 2017 dengan kerugian negara sebesar Rp 600 juta lebih.

Sidang pembacaan amar putusan digelar secara virtual di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (26/08/2020) lalu dengan Ketua Majelis Hakim, H. Bakri, hakim anggota Wiji Pramajati dan Edy Sepjengkaria. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cilacap yakni Arif Nurhidayat. Sementara terdakwa Ita Rosita tidak dihadirkan dalam ruang sidang, namun menjalani sidang putusan dari dalam Lapas Kelas II B Cilacap.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Timotius Tri Ari Mulyanto melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Muhammad Hendra Hidayat saat dihubungi via phone menjelaskan bahwa, dalam amar putusannya Majelis Hakim menyatakan, terdakwa Ita Rosita secara sah terbukti dan meyakinkan melanggar pasal 3  ayat (1) jo pasal 18 ayat (1)  Undang Undang Nomor: 3l tahun l999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor : 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Majelis Hakim menghukum terdakwa Ita Rosita dengan hukuman tiga tahun enam bulan penjara dikurangi masa tahanan. Selain itu terdakwa dihukum dengan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan," kata Kasi Pidsus, Selasa (01/09/2020).

Selain itu, terdakwa yang pernah menjabat sebagai Kades Jeruklegi Kulon dua periode yakni 2013 sampai 2019 hingga 2019 sampai dengan 2025 juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 681.585.500.


"Apabila uang tersebut tidak dibayar dalam satu bulan, maka dijatuhi pidana uang pengganti selama dua tahun penjara kurungan," tandasnya.

Ia menambahkan dalam uraiannya, Majelis Hakim menyatakan terdakwa Ita Rosita terbukti melakukan penyelewengan APBDes Jeruklegi Kulon TA 2017. Sebesar Rp 2,6 miliar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fisik sebesar Rp 1,7 miliar, dengan mendapat 14 proyek hasil pekerjaan. Dari hasil proyek tersebut ternyata ada delapan kegiatan seperti jembatan, cor beton, pembangunan drainase, makadam jalan, pengaspalan jalan belum selesai 100 persen,  tetapi, pada laporan akhir tahun dilaporkan, seluruh pekerjaan sudah selesai.

Tak hanya itu saja terdakwa Ita Rosita juga menyerahkan pekerjaan kepada pelaksana lain padahal dalam kegiatan sudah ada panitia pelaksana yang sudah ditunjuk sebelumnya. Disebutkan bahwa dalam prakteknya Kades juga ikut menguasai anggaran desa yang dicairkan oleh bendahara. Terdakwa mengakui jika uang tersebut digunakan untuk kegiatan desa yang tidak ada anggaran, dan untuk kepentingan pribadi. Dengan demikian perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 681.585.500.

Kasi Pidsus menyebutkan, putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya JPU Arif Nurhidayat menuntut terdakwa Ita Rosita dengan hukuman tiga tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider enam bulan penjara serta dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 681.585.500 subsider dua tahun kurungan penjara.

Kasi Pidsus menambahkan, atas putusan Hakim Pengadilan Tipikor JPU menyatakan pikir-pikir. Demikian juga dengan terdakwa Kades non aktif Ita Rosita yang juga menyatakan pikir-pikir atas putusan vonis hukuman yang telah dijatuhkan.

(Tun.D/red)

Tidak ada komentar

<