< Hidup Sebatang Kara, Azhari dan Ibu Sikar Dibuatkan Rumah Oleh TNI dan Warga Desa Pahonjean - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Hidup Sebatang Kara, Azhari dan Ibu Sikar Dibuatkan Rumah Oleh TNI dan Warga Desa Pahonjean

<

 

Cilacap Jateng,- bentengindonesia.com

Inilah wujud kepedulian TNI dari Koramil 13/Majenang dan warga Dusun Bojong Meros Desa Pahonjean terhadap warganya. Secara bergotong royong mereka karya bakti membangunkan rumah milik Azhari  (84 th) warga RT 02 /17 dan Ibu Sikar (77 th) warga RT 03 /17 Dusun Bojong Meros Desa Pahonjean Kecamatan Majenang, Jumat (18/12/20).

Diketahui, Azhari selama ini hidupnya sebatang kara dan tidak mempunyai rumah. Hidupnya selalu menumpang di rumah warga lainnya. Sedangkan Ibu Sikar, kondisi rumahnya sudah sangat memprihatinkan. Atas inisiatif perangkat desa, warga secara swadaya menyumbangkan dana dan material untuk membangunkan rumah untuk kedua warganya. 

Ketua RT 02/17 Dusun Bojong Meros menjelaskan, kegiatan pembuatan rumah ini merupakan ide warga yang muncul di sela pertemuan RT. Hal itu didasari kenyataan kondisi bapak Azhari tidak punya rumah dan hidupnya selalu menumpang di rumah warga, sedang dia tergolong warga yang miskin sehingga akhirnya warga swadaya menyumbangkan materi untuk pembangunan rumah. 



"Ada yang dalam wujud uang dan ada juga yang menyumbangkan bahan material berupa semen, pasir, batu bata dan sebagainya. Demikian juga dengan  ibu-ibunya, mereka mengumpulkan uang untuk memberikan makanan kepada warga yang kerja bakti," jelas Suprapto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk proses pembuatan rumah sendiri dikerjakan dengan tenaga swadaya. Seluruh warga secara sengkuyung turut bekerja bakti membangun rumah. Untuk warga yang bekerja serabutan, bekerja bakti sejak pagi hingga siang hari. Dan Alhamdulillah anggota TNI dari Koramil Majenang turut serta menyumbangkan tenaganya sehingga harapannya rumah ini cepat selesai dan bisa segera ditempati olehnya," ungkapnya.

Sang pemilik rumah notabenenya hidup sendiri Dengan dibuatkan rumah oleh warga dengan ukuran panjang 4 meter dan lebar 4 meter diharapkan bisa menjadi tempat tinggal yang layak bagi keduanya," pungkas Suprapto.

#(Sugeng.S/Urip)


Tidak ada komentar

<