< Pamugaran Situs Budaya (Pertabatan) Makam Desa Ujungmanik Butuh Perhatian Bantuan Pemerintah - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Pamugaran Situs Budaya (Pertabatan) Makam Desa Ujungmanik Butuh Perhatian Bantuan Pemerintah

<

 

Cilacap Jateng,- bentengindonesia.com

Melestarikan budaya adiluhung (jawa) merupakan salah satu upaya agar adat istiadat tradisi dapat terjaga keberlangsungan sehingga tak mudah terkikis hilang ditelan jaman.

Hal tersebut dikatakan kuncen (juru kunci-red) makam desa Ujungmanik Kecamatan Kawunganten-Cilacap, Simbah Sanwireja Sardi atau yang akrab biasa dipanggil Mbah Sardi.

Kuncen makam desa generasi VI mempunyai tujuan ingin mempertahankan adat istiadat kebiasaan yang sudah menjadi budaya sehingga kelestariannya terus terjaga. Salah satu situs budaya yang ada untuk dipertahankan keutuhan yakni berupa panembahan atau pertabatan," katanya, Jum'at (01/01/2021).



Disebutkan bahwa, panembahan yang ada di desa Ujungmanik merupakan tempat pertabatan yang letak dan lokasi berada ditengah pemakaman desa. Ada 8 jumlah pertabatan atau panembahan pada setiap lokasi mempunyai masing-masing nama diantaranya panembahan Mbah Suramenggala merupakan cikal bakal atau terbilang pertabatan tertua dari segi eksistensi (keberadaannya-red).

"Panembahan Jongsengara konon merupakan abdi dalem dari Mbah Suramenggala, Panembahan lang-lang alun, Pertabatan lang-lang kesuma, Panembahan Nyi parangtritis merupakan garwo (istri) dari Mbah lang-lang kesuma, Panembahan Iman  

sari, Panembahan palasara-palasari, Panembahan Bondan jaya konon asal-usul Mbah Bondan jaya yakni berasal dari mranggi, Panembahan Nyi prenjak yang menurut Kuncen merupakan istri dari Bondan jaya.

Banyaknya situs sejarah yang ada perlu dilestarikan sehingga membutuhkan perawatan agar bentuk wujud sebagai salah satu tempat religius bisa menyuguhkan suasana asri berpedoman pada kearifan lokal.

"Pendopo palasara-palasari merupakan tanggap warso sebagai tempat pertemuan atau perkumpulan para winasih, sesepuh dan masyarakat dalam mengadakan musyawarah dan pada bulan tertentu yakni syuro pendopo difungsikan guna menggelar selamatan warga yang lekat dengan istilah syuran," jelasnya.



Menurut Kuncen makam (Sardi-red) dari sekian banyaknya tempat pertabatan ada kecenderungan melakukan pemugaran namun demikian biaya dan anggaran mematahkan upaya keinginan menuju arah pembangunan. Perhatian pemerintah sangat 

diharapkan untuk mendukung program terlaksananya kegiatan," ucapnya.

Memanjatkan doa untuk memohon kepada Sang Pencipta Gusti Kang Akarya Jagat yang menguasai  alam sak lumahing bumi sak kurebing langit agar keamanan keselamatan, ketenangan, kedamaian, kesejukan, ketentraman, kemuliaan dan kejayaan untuk berpihak kepada bangsa dan negara tuwuh tumus kepada masyarakat senantiasa " Rahayu-rahayu widodo lir ing sambikolo," tambahnya.

"Menjadi kuncen atau juru kunci harus mempunyai prinsip kendel yang berarti berani melakukan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab, bandel meskipun dalam menjalankan tugas penuh tantangan dan resiko tanpa didukung kesejahteraan yang menunjang namun semangat tanpa harus mengeluh," imbuhnya.

Harapan kuncen (Sardi-red) selaku juru kunci agar pemerintah selaku mamengku, mamentri alam memperhatikan upaya-upaya pelestarian cagar budaya untuk mendukung sepenuhnya " Nguri-uri kabudayan jawi (Melestarikan kebudayaan jawa) dengan kepedulian     

itu artinya dapat memberi nafas sehingga budaya adiluhung tetap lestari terus hidup tidak mati agar anak cucu nantinya tahu untuk ikut melakukan hal yang sama,"  pungkasnya.

Tunjang.D


Tidak ada komentar

<