< Tuntut Perbaikan Jalan Warga Desa Ujungmanik Melakukan Aksi Demo - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Tuntut Perbaikan Jalan Warga Desa Ujungmanik Melakukan Aksi Demo

<

 

Cilacap Jateng,- bentengindonesia.com

Buntut dari kerusakan jalan Ujungmanik-Brebeg warga yang tergabung dalam masyarakat peduli desa Ujungmanik Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi warga yang menuntut adanya perbaikan jalan dilakukan dititik lokasi sepanjang kerusakan, Selasa (19/01/2021). 

Hadir pada aksi yang digelar warga, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap  Taufik Urrokhman Hidayat bersama jajaran di Komisi C, Babinsa Koramil 09/Kawunganten Sertu Mulyanto, Bhabinkamtibmas Polsek Kawunganten Bripka Ratno, PAM Intel Polsek Kawunganten, Bripka Yuntha, Kepala UPT Dinas PUPR Jeruklegi, Andrianus Ginas Kepala desa Ujungmanik Sugeng Budiyatno, Peserta aksi demo dengan membentangkan spanduk aksi yang dilakukan warga meminta agar jalan yang menghubungkan antara desa Ujungmanik dengan desa Brebeg agar segera diperbaiki serta segera dilaksanakan pembangunan.

Menanggapi aksi yang dilakukan warga Ketua Komisi C Taufik UrrokhmanHidayat. Menyampaikan, Terkait aksi selaku Komisi di DPRD Kabupaten Cilacap  memaknai bahwa apa yang dilakukan masyarakat adalah bentuk perjuangan," ucapnya.

"Bahwa masyarakat tengah memperjuangkan jalan Ujungmanik-Brebeg yang rusak agar layak untuk bisa dilewati dengan cara meminta untuk  dilakukan pembangunan," jelasnya.

Taufik Menambahkan, Pokok-pokok pikiran anggota dewan sudah menyusun Rencana Kerja (Renja) APBD atau Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pemerintah Kabupaten termasuk PU. Untuk input penyusunan Renja Kerja (Renja) Dinas UPT untuk menyusun RKPD sudah dilakukan untuk pembangunan jalan Ujungmanik-Brebeg wajib dan masuk perencanaan kerja.

"Kunjungan ini berkaitan dengan meninjau jalan yang rusak namun dari kami seluruh jajaran di Komisi C  DPRD Kabupaten Cilacap sudah memutuskan untuk tahun 2022 jalan Ujungmanik-Brebeg mendapat anggaran senilai Rp 3 milyar," ungkapnya.



Sementara itu A. Cahyo Sasongko anggota Komisi C menandaskan, Kunjungan yang dilakukan bukan merupakan jadwal namun karena momen yang cukup bagus salah satunya komplen yaitu aksi warga terkait kerusakan jalan Ujungmanik-Brebeg yang butuh perhatian pemerintah daerah kabupaten Cilacap," tuturnya.

Komisi C hari ini melakukan penjinjauan dan memprioritaskan. untuk perencanaan anggaran kebetulan diawal tahun ini yakni 2021 maka kita rencanakan untuk tahun 2022," imbuhnya.

"Komisi C merekomendasikan untuk bersama-sama dikawal bahwa ada penganggaran sekitar Rp 6,5 milyar dan sementara dialokasikan senilai Rp 3 milyar guna pembangunanan jalan Ujungmanik-Brebeg tahun 2022.

Kepala UPT Dinas PUPR Jeruklegi Andrianus Ginas mengatakan, untuk tahun ini sedang kita rencanakan lelang senilai lima ratus juta rupiah sesuai dengan apa yang disampaikan ketua Komisi C dan semua jajaran untuk tahun 2022 kembali dianggarkan minimal Rp 3 milyar. Untuk tahun 2021 tahun ini sudah ada anggaran sekitar lima ratus juta rupiah yang rencana untuk pembangunan berupa rigid beton sepanjang 200 meter yang terpusat dilokasi titik paling parah yaitu tanjakan jalan Ujungmanik-Brebeg," timpalnya.

Ditempat aksi Kepala desa Ujungmanik Sugeng Budiyatno menuturkan, Kunjungan Komisi C khususnya Komisi pembangunan dari DPRD Kabupaten Cilacap untuk meninjau jalan Ujungmanik-Brebeg yang mengalami kerusakan.

"Kami selaku pihak pemerintah desa sudah berupaya disetiap Musren kami usulkan dan bahkan menjadi prioritas namun kenyataannya tidak ada tindak lanjut atau penanganan," katanya.

Untuk penanganan anggaran tahun ini hanya lima ratus juta rupiah yang hanya mampu untuk pembangunan berupa rigid beton kurang lebih hanya sekitar 170 meter padahal panjang jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan masih sekitar 2400 meter.

Mudah-mudahan dengan adanya kami mengundang dewan Komisi C untuk meninjau kondisi jalan kami dan melihat langsung untuk pembangunan anggaran tahun 2022 benar-benar diprioritaskan," harapnya.

"Harapan masyarakat semua sama untuk anggaran 2022 minimal ada anggaran 3 milyar itupun harus dikawal di dewan Komisi C biar nanti tidak hanya omong saja tapi benar-benar terealisasi," bebernya.



semua sudah disampaikan Dinas PUPR kepada Kepala UPT untuk prosedurnya secara administrasi dilaksanakan. Harapan kami bukan hanya cuma   anggaran 3 milyar akan tetapi bagaimana cara untuk jalan Ujungmanik-Brebeg dapat terselesaikan semua pembangunannya,"  jelasnya.

Untuk tahun 2021 kami mendapat lima ratus juta rupiah dan kami menuntut dan meminta Komisi C dan UPT terkait perawatan jalan sesegera mungkin dilaksanakan.

Mengingat kondisi jalan sangat darurat untuk dilewati masyarakat. Sebelum tahun 2022 kegiatan dilakukan minimal satu bulan sudah ada pelaksanaan. Kemarin sudah diawali 10 rit untuk perawatan jalan sementara setelah kami lakukan cek dari jalan Kubangkangkung hingga sampai lokasi kerusakan ini kami butuh sekitar 263 kubik matrial batu Crop untuk estimasi kami kurang lebih 50 rit," ungkapnya.

"Selama ini kita sudah disusahkan dengan keadaan jalan yang rusak dan tuntutan kami hari ini agar jalan ini segera diperbaiki untuk dilakukan pembangunan," ucap Pujo, Koordinator Aksi sekaligus tokoh pemuda desa Ujungmanik.

Tanggapan dari Komisi C terkait dengan aksi yang dilakukan sangat baik. Mudah-mudahan perjuangan kami terealisasi karena mereka sudah janji dan sudah menandatangani apa yang menjadi tuntutan kami.

Kami merasa puas awal permintaan kami meminta anggaran pembangunan jalan Ujungmanik-Brebeg senilai Rp 6,5 milyar karena panjang dari jalan yang rusak tersebut sekitar 2400 meter. Karena tuntutan kami tidak sepenuhnya dikabulkan sehingga hanya mendapat Rp 3 milyar untuk tahun anggaran 2022. "Ini merupakan anugrah dari Alloh Swt karena selama ini hingga tahun 2021 ada anggota dewan yang datang dan meninjau langsung kerusakan jalan di desa kami," ujarnya.

Bayu Satrio, Selaku Koordinator Lapangan, menyikapi respon anggota Komisi C yang hadir ditengah aksi demo dengan baik.

"Alkhmdulilah 3 (tiga) tuntutan kami dapat disetujui dan langsung di tandatangani," ucapnya.

Untuk pembangunan jalan Ujungmanik-Brebeg kami meminta untuk diselesaikan semua, Namun karena tuntutan kami hanya direalisasi setengahnya itupun kami merasa bersyukur dan terimakasih sebatas menjadi kebenaran," jelasnya.

"Bersama masyarakat kami akan terus melakukan pengawalan termasuk mengawasi kinerja pembangunan seandainya pembangunan jalan Ujungmanik-Brebeg dilakukan.

"Kami merasa senang dengan adanya kunjungan dewan Komisi C, UPT Dinas PUPR karena tuntutan dan permintaan dikabulkan, setidaknya ada titik terang dengan adanya pembangunan jalan ini," tandasnya.

TUNJANG.D


Tidak ada komentar

<