< Mantan Supervisor Jasa Labuh Pertamina Marine Region IV Cilacap Dituntut 8 Tahun Penjara - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Mantan Supervisor Jasa Labuh Pertamina Marine Region IV Cilacap Dituntut 8 Tahun Penjara

<

 

Semarang Jateng,- bentengindonesia.com

Andriyanto, terdakwa kasus dugaan korupsi jasa labuh di tubuh Pertamina Marine Region IV Cilacap dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap. Mantan Senior Supervisor Administration Pertamina Marine Region IV Cilacap itu dianggap telah melakukan penyimpangan tahun 2018 hingga merugikan negara Rp 4.1 miliar.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Semarang, Senin (01/02/2021). 

Sedangkan amar tuntutan dibacakan oleh JPU Kejari Cilacap, Arif Nurhidayat.

Dihadapan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum menilai terdakwa Andriyanto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dalam penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran atau dana jasa pelabuhan tahun 2018 di PT Pertamina (Persero) Fungsi Marine Region IV Cilacap. Perbuatan terdakwa memenuhi unsur korupsi sebagaimana dalam dakwaan kesatu pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menuntut terdakwa Andriyanto dengan hukuman delapan tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan penjara," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidus) Kejari Cilacap, Muhammad Hendra Hidayat saat dihubungi via phone usai sidang, Senin (01/02/2021) sore.

Selain itu, terdakwa Andriyanto juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 4.171.244.245.

"Dengan ketentuan jika tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun," ungkapnya.

Setelah sidang tuntutan, selanjutnya terdakwa akan menjalani persidangan dengan agenda pembacaan pledoi, disusul replik dan duplik.

Diketahui dalam fakta persidangan sebelumnya, Andriyanto yang saat itu menjabat sebagai Senior Supervisor Administration Pertamina Marine Region IV Cilacap didakwa melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran atau dana jasa pelabuhan tahun 2018 di PT Pertamina (Persero) Fungsi Marine Region IV Cilacap. Dengan kerugian uang negara sekitar Rp 4.171.244.245.

Seperti diketahui, Andriyanto ditangkap tim gabungan Kejaksaan. Tersangka mantan pegawai Pertamina Marine yang buron sejak dua tahun itu ditangkap di Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (04/08/2020) siang. Setelah menjalani proses penyidikan di Kejari Cilacap selanjutnya kasus dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor ) Semarang pada 6 Nopember 2020. Dan menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan pada 16 Nopember 2020.

TUNJANG.D


Tidak ada komentar

<