< Masa Pandemi Alih Profesi Bisnis Bonsai Jadi Pilihan - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Masa Pandemi Alih Profesi Bisnis Bonsai Jadi Pilihan

<

 

Cilacap Jateng,- bentengindonesia.com

Wabah Virus Covid-19 bukan saja kesehatan menjadi pokok persoalan, Namun pandemi yang ditimbulkan berdampak luas terhadap perekonomian. Perputaran roda untuk menjalankan  usaha terpasung sehingga tak ada kata lain kecuali berhenti.

Seperti halnya yang dialami Eet Ruswanto, Warga dusun Lengkong desa Jeruklegi Kulon Rt.02/Rw.05 Kecamatan Jeruklegi-Cilacap beralih profesi menjadi pengusaha budidaya tanaman bonsai.

"Profesi yang digeluti saat ini merupakan dampak dari adanya Virus Covid-19. Awalnya ia merupakan Jasa dibidang pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) namun karena wabah pandemi Covid-19 pengiriman tenaga kerja luar negeri terganggu sehingga proses (CPMI) yang melibatkan jasa penyalur mengalami lumpuh," kata Eet, saat ditemui dirumah, Slasa (02/02/2021).



Lebih lanjut Eet menjelaskan, Usaha yang dijalani saat ini merupakan dampak dari Virus Covid-19 ekonomi menjadi alasan untuk alih profesi dikarenakan matinya usaha yang sudah biasa dijalani," jelasnya.

Menurut Eet, bisnis bonsai yang ia budidaya bermacam jenis seperti, Bonsai kelapa, Serut dan Wareng bintang hingga Bonsai Anting putri, Singkil, Pakis item dan bonsai Sisir. Untuk sekarang yang mendominasi menembus pasar yakni bonsai serut," jelasnya.

"Untuk mendapat bahan bonsai serut yang nantinya akan dibudidaya di datangkan dari luar daerah seperti Pemalang, Brebes, Tegal dan Bumiayu bahkan ada yang diambil dari Situbondo Jawa Timur. Semua bahan didapat dan diambil dari dalam hutan yang ada dimasing-masing daerah. Ada ratusan tanaman bonsai jenis serut dirumah untuk bonsai yang siap jual ready," tuturnya.



Menggeluti bisnis usaha bonsai, Eet mengaku sudah meraup untung puluhan juta diawali penjualan bonsai kelapa hingga bonsai serut yang laku terjual Lima belas juta per bonsainya.

Menjadi pencinta bonsai diawali hoby dan didukung seni semenjak masih muda pengalaman didapat ketika dulu di Denpasar Bali tahun 1994," imbuh Eet.

"Bisnis usaha bonsai serut memang menjanjikan cuma kita tidak molotov hanya sekedar pencarian untuk sekedar mendapat uang setiap hari. Kedepan saya mempunyai misi mengikuti kontes untuk mengangkat hasil kreatif seni bonsai dan mudah-mudahan setelah juara dapat menembus pasaran Go Internasional," harapnya.

TUNJANG.D


Tidak ada komentar

<