< Agung Santoso; Tidak Ghibah dan Fitnah Dalam Pembuatan Berita - Benteng Indonesia News -->

Breaking News

Agung Santoso; Tidak Ghibah dan Fitnah Dalam Pembuatan Berita

<

 

Jawabarat,- bentengindonesia.com

Agung Santoso Selaku Ketua FKPRM (Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media) di Jatim Meyarankan dan mengkampanyekan kepada seorang pemimpin redaksi, redaktur, wartawan di media cetak, tv, radio, online di seluruh Indonesia."Minggu 13 Juni 2021

Menurut Agung kepada Para Jurnalis yang mempunyai sebutan seorang tokoh pers, ahli pers, penguji UKW atau telah mendapat predikat wartawan utama, madya dan muda dimana saja yang berada di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia.

dalam hal menyusun berita tentunya Kita sepakat bahwa harus mengandung unsur 5 W + 1 H (what=apa, who=siapa, when=kapan, why=mengapa, where=Di mana dan how=bagaimana) namun setelah dikaji lebih mendalam tidak cukup dengan 5 W + 1 H dalam membuat karya jurnalistik.

Yang lebih utama bahkan sangat penting yakni tidak ada ghibah dan fitnah apabila akan menayangkan sebuah berita kejahatan yang pernah dilakukan seseorang.

Apabila ghibah dan fitnah menyertai berita tersebut dalam bentuk apapun jenis kejahatannya bahkan berita tersebut menjadi trending topik, yang ada bukan membawa pahala melainkan menambah dosa.

Berikut Contoh konkrit yang membuat kita ghibah, ketika sebut saja namanya si Fulan,

"Suatu saat Fulan pernah di penjara kasus kriminal (pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, penipuan, korupsi, pencurian) di vonis selama 2 tahun dan telah menjalaninya,"

"Fulan telah kembali ke masyarakat sekitar 5 tahun, dalam kurun waktu lima tahun tidak pernah berhubungan dengan kejahatan, selanjutnya Memasuki tahun ke 6, penyakit Fulan kambuh lagi, yang semula kasus kriminal pencurian, berubah kasus penyalahgunaan obat terlarang"

Informasi berita muncul mulai dari medsos sampai pada pemberitaan berbagai jenis bentuk media tindak kriminal yang di lakukan Fulan, apalagi Fulan seseorang yang menjadi sorotan publik.

"Lalu Apa yang menyebabkan ghibah?"

Fulan telah menjalani hukuman akibat perbuatannya mencuri disertai dengan kekerasan dengan vonis 2 tahun. Berarti impas karena telah menjalani hukuman.

Namun dalam tindak kriminal kedua yang dilakukan Fulan dengan penyalahgunaan obat terlarang, dalam berita tersebut di ungkap kejadian kriminal yang pernah di lakukan Fulan sebelumnya, padahal sebenarnya cukup data dan fakta tindak kriminal terbaru Fulan.

Adapun dalam isi berita tersebut kita menjelek-jelekan Fulan, meski dia berbuat tindak kriminal lagi, cukup tindak kriminal terbaru, Kondisi Fulan bisa kian parah ketika pernah masuk keluar penjara 3 kali lalu selama 10 tahun tidak pernah berhubungan dengan kejahatan, tahun ke-11, kambuh, kita bisa memuat perjalanan kriminalitasnya padahal sudah di tebus dengan kurungan penjara.

"Di dalam Al-Qur'an, Surat 49, Al-Hujurat, Ayat 12 , tentang ghibah Allah berfirman" :

*_Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian orang lain.Apakah diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."_*

Selanjutnya jika kita tidak pernah mengikuti tindak kriminal Fulan sampai pada pengadilan hingga jatuhnya vonis, kita hanya mengikuti literasi berbagai media, padahal belum tentu jatuhnya vonis itu benar, banyak kejadian yang sebenarnya yang di vonis  merasa jadi korban dan merasa benar tapi apa daya, kita tidak tahu kejadian sesungguhya, akhirnya bisa menjadi fitnah.

"Mari kita buka Al-Qur'an  surat 2, Al-Baqarah.ayat 217, “Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan"

"Dan akhir tulisan ini mari kita baca surah 51, Az-Zariyat, ayat 56, yang berbunyi: *_"Aku Tidak Menciptakan Jin dan Manusia, Melainkan Agar Mereka Beribadah Kepadaku_"*

Semua karya jurnalistik pasti di minta pertanggungjawaban di Akherat kelak."tutupnya

Sumber: Drs.Agung Santoso, Ketua FKPRM (Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media) di Jatim*

A H


Tidak ada komentar

<